SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Arema: Tidak Mengetahui Pasti, Apakah 12 dari 14 Pintu Tribune Stadion Kanjuruhan Tertutup Saat Kericuhan Terjadi

53298 penonton terjebak di pintu keluar stadion kanjuruhan
Tangkapan layar video penonton terjebak di pintu keluar Stadion Kanjuruhan. [Instagram]

MEDIA Officer Arema FC Sudarmadji mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti apakah 12 dari 14 pintu tribune Stadion Kanjuruhan tertutup saat kericuhan terjadi.

Kericuhan pecah di Stadion Kanjuruhan selepas pertandingan Arema FC versus Persebaya pada Sabtu (1/10) malam. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu, yang membuat sejumlah suporter kecewa.

Sejumlah penonton mengungkapkan kekecewaan dengan masuk ke lapangan. Polisi lantas melakukan penanganan yang salah satunya menembakkan gas air mata. Dalam situasi itu terjadi kepanikan di pintu keluar stadion.

Baca JugaBharada E Bantah 4 Keterangan Saksi Susi ART Ferdy Sambo di PersidanganPengakuan Pembuat dan Penyebar Konten Syur Kebaya Merah, Rekam Adegan Pakai HP

Dalam video yang viral di media sosial, suporter kemudian berdesakan dan terinjak-injak karena pintu keluar stadion tertutup.

“Itu [pintu tertutup] bagian dari proses investigasi. Itu kita tunggu saja apakah benar ditutup atau dibuka. Saat ini kita fokus penanganan korban. Saat ini sudah 125 terindentifikasi. Crisis center akan melakukan penyisiran,” kata Sudarmadji saat jumpa pers, Senin (3/10).

Baca JugaKapolri Mutasi Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta Jadi Sahlisosbud KapolriBerikut Nama 9 Hakim PN Jaksel untuk Adili Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J serta Kasus Obstruction of Justice

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) Muhammad Choirul Anam yang hadir dalam jumpa pers di Kantor Arema mengaku sedang mendalami dugaan hanya dua pintu stadion yang terbuka saat insiden.

Pihaknya tak mau mengambil kesimpulan lebih cepat meski telah mengantongi sejumlah rekaman video. Komnas ingin melakukan pendalaman terlebih dahulu ke sejumlah pihak yang terlibat dalam pertandingan tersebut.

“Kami anatomi dari Stadion Kanjuruhan. Nanti seperti apa akan kami cari tahu. [Apakah] Cuma dua pintu terbuka, hiruk pikuknya di pintu yang mana, korban banyak jatuhnya di pintu yang mana, apakah itu dekat lantaran gas air mata. Itu kami dalami,” kata Choirul.

Baca JugaWamenkes Sebut Ada Sejumlah Obat Sedang Diinvestigasi, 15 dari 18 Obat Mengandung Etilen GlikolKetua Badan Pemenangan DPP RGP2024, Riswan: Saya Anggota KAHMI, Saya Optimis Ganjar Pranowo Menang di Pilpres 2024

Begitu halnya dengan dugaan gas air mata yang dilepas polisi ke tribune telah kedaluwarsa juga didalami. Dugaan yang beredar gas air mata yang ditembakkan ke tribune adalah keluaran 2019 atau telah habis masa aktifnya.

“Gas air mata pasti punya kedaluwarsa. Itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen dan lainnya seperti apa,” ucap Choirul. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius