SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apa Hubungan Hasil Penjualan Mobil dengan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres?

4 mayat ditemukan di dalam satu rumah di perumahan citra garden kalideres
Satu keluarga ditemukan dalam kondisi membusuk di Kalideres (Akun YouTube tvonenews)

MOBIL milik anggota keluarga yang tewas ‘mengering’ di Kalideres, Jakarta Barat, diketahui dijual oleh salah satu korban tewas, Budiyanto Gunawan (68), seharga Rp 160 juta. Lantas, apa hubungan mobil dijual dengan peristiwa tewasnya satu keluarga tersebut?

Pakar psikologi forensik lulusan UGM dan Universitas Melbourne, Reza Indragiri Amriel menilai penjualan mobil tersebut tidak bermasalah sebab kini uang tunai hasil jual mobil itu tengah ditelusuri pihak kepolisian.

“Berarti penjualannya tak bermasalah. Tinggal lagi uang hasil penjualannya,” kata Reza kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Baca JugaBerikut Penjelasan Kerabat Korban 1 Keluarga 4 Orang Tewas di Perumahan Citra Garden Satu ExtensionAngkatan Laut AS Temukan 70 Ton Komponen Bahan Bakar Rudal Tersembunyi di Kantong Pupuk dari Iran

Persoalan muncul jika mobil yang dijual itu tanpa sepengetahuan satu keluarga yang tewas tersebut. Reza menilai hubungan dijual mobil tersebut dengan tewasnya satu keluarga itu hanya sebatas petunjuk.

“Tapi andaikan mobil itu dijual tanpa seizin keluarga, dan uangnya ada di si penjual, itu persoalan pidana yang lain atau mungkin perdata. Baru sebatas petunjuk ke kemungkinan si penjual telah menjahati keluarga tersebut terkait meninggalnya mereka,” ujarnya.

Baca JugaPaman Jadi Tersangka, Wanda Hamidah Bikin Surat Terbuka ke Jokowi Minta PerlindunganTerungkap Fakta Baru Kematian 4 Orang Sekeluarga di Kalideres

Reza memperkirakan kasus ini adalah homocide-suicide (pembunuhan-bunuh diri). Reza menjelaskan maksud homocide-suicide atas tewasnya satu keluarga di Kalideres.

“Pertama, bagian dalam rumah tetap rapi. Kedua, keluarga meminta agar PLN memutus aliran listrik ke rumah. Ketiga, tiga dari empat jenazah tergolong lansia dan memiliki masalah kesehatan,” ucapnya.

Terakhir, dalam penjelasan Reza, terkait pada keyakinan keluarga yang mempraktikkan kremasi, bahwa kematian adalah transformasi dari satu kehidupan ke kehidupan lain. Bunuh diri dinilai tidak absolut dipandang sebagai keburukan, sebagian di antaranya justru memiliki justifikasi moral.

Baca JugaLongsor Sapu Bersih Pemukiman di Pulau Ischia ItaliaTurki Tolak Ucapan Belasungkawa Amerika Serikat Atas Serangan di Istanbul

“Keempat, ada keluarga mereka yang bilang bahwa jenazah akan dikremasi. Itu penanda tentang keyakinan mereka,” sebutnya.

Seperti diketahui, teka-teki mobil milik anggota keluarga yang tewas ‘mengering’ di Kalideres, Jakarta Barat, kini telah terungkap. Mobil itu dijual oleh salah satu korban tewas, Budiyanto Gunawan (68), seharga Rp 160 juta.

“Mobil jenis Brio dengan nomor polisi B-2601-BRK ini faktanya telah dijual langsung oleh Budyanto Gunawan pada 20 Januari 2022 kepada saudara R di showroom dengan harga Rp 160 juta,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce saat dihubungi, Rabu (16/11).

Baca JugaKasus Bak Puzzle Belum Ada Kesimpulan, Misteri Penghuni Rumah KalideresBanjir Besar Rendam 6 Kecamatan 15 Ribu Jiwa Terdampak di Sumatera Utara

Keberadaan mobil milik Budyanto ini terungkap setelah tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat mendalami informasi terkait sekeluarga tewas di Kalideres tersebut.

Pasma mengatakan mobil tersebut milik Budiyanto Gunawan. Polisi mendapatkan informasi bahwa mobil itu dijual oleh Budyanto Gunawan sendiri. “Mobil itu atas nama Budiyanto Gunawan dan sudah dijual oleh yang bersangkutan,” katanya.

Pembayaran mobil seharga Rp 160 juta ini dilakukan secara tunai. Bukti-bukti penjualan mobil oleh Budiyanto Gunawan pun telah dikantongi penyidik.

Baca JugaPermintaan Maaf Bharada E ke Penyidik Polres Jakses Terkait Keterangan Bohong Saat DiinterogasiKim Jong-un Ajak Putrinya Tinjau Uji Coba Rudal ICBM Korea Utara yang Bisa Jangkau Wilayah AS

“Pembayaran ini kan Rp 160 juta secara cash,” imbuhnya.

Lantas ke mana larinya uang tersebut? “Ini yang masih kita telusuri, ini yang kita lagi cari tahu uang ini ke mana,” katanya. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius