SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apa Dampak Bagi Indonesia Jadi Presidensi G20?

jokowiosaka 1
Presiden Joko Widodo berjalan, di sela-sela menghadiri KTT G20, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). - Istimewa

ANGGOTA Komisi XI DPR Puteri Komarudin menilai terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G-20 akan memberi dampak besar pada berbagai sektor. Presidensi G-20 juga dinilai akan memperkuat kepemimpinan Indonesia di tingkat global. Apalagi sudah ada 17 kepala negara G-20 yang menyatakan akan hadir secara langsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali yang akan digelar pada 15-16 November 2022.

“Di KTT G-20 ini, akan ada banyak kepala negara yang hadir, negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Artinya negara-negara ini adalah negara yang paling berpengaruh di dunia pada saat ini. Jadi melalui presidensi ini, tentunya Indonesia berkesempatan untuk mengatur dan juga berkontribusi pada arah kebijakan global, terutama di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian,” kata Puteri dalam acara diskusi secara daring bertajuk “G-20 Impact for Indonesia”, Sabtu (12/11/2022).

Dari sisi ekonomi, Puteri melihat dampaknya akan dirasakan melalui mobilitas yang meningkat. Sektor pariwisata yang sebelumnya sempat terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19 juga akan menerima berkahnya.

Baca JugaPengacara Brigadir J: Pihak Keluarga Menerima Permintaan Maaf dari Bharada E, Jangan Jangan Kayak Ferdy Sambo Berkelit TerusEngga Usah Gaduh Soal Parasetamol, Ini Penegasan BPOM

“Dampak positif yang bisa kita lihat dari sektor pariwisata dengan banyaknya yang datang, akomodasi, sampai dengan ekonomi kreatif. Kita lihat sepanjang tahun ini dengan berbagai side event dan juga event utama, negara-negara anggota G-20 juga telah hadir mengunjungi Indonesia. Jadi memang mobilitas dan kegiatan ekonominya terus meningkat,” kata Puteri.

Sebelum puncak acara KTT G-20, berbagai rangkaian acara Presidensi G-20 Indonesia telah digelar mulai dari main events hingga side events yang berlangsung sejak 1 Desember 2021 dengan total kegiatan hingga 438 events dan diselenggarakan di 25 kota.

Baca JugaJasad Pria Tangan Terikat Borgol Bagian Kelamin Tidak Ada Ditemukan di Sungai CiwulanKuasa Hukum Bharada E: Perintah Ferdy Sambo adalah Tembak, Bukan ‘Hajar’

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Sekretaris Gabungan Finance Track dan Sherpa Track Presidensi G-20 Indonesia dalam kesempatan sebelumnya juga mengungkapkan, Presidensi G-20 Indonesia secara langsung telah membawa dampak positif pada perekonomian nasional, salah satunya ditunjukkan dengan laju ekonomi nasional pada dua kuartal terakhir yang tumbuh impresif dan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) pada sejumlah kota tempat penyelenggaraan events.

“Mungkin kalau kita lihat, dampak yang kelihatan saja PDB kita dua kuartal ini sangat bagus sekali. Kuartal II kemarin 5,44% dan kuartal III impresif sekali sangat tinggi 5,72%. Itu jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi 2019, jadi dibandingkan pra pandemi pun jauh lebih tinggi. Event ini juga betul-betul mendorong pertumbuhan PDRB secara regional,” ungkap Susiwijono.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan Presidensi G-20 Indonesia yang telah dilaksanakan selama satu tahun juga telah memberikan dampak positif dalam mendorong peningkatan sektor konsumsi. Hal tersebut ditunjukkan dengan capaian share konsumsi rumah tangga yang masih terjaga diatas 50% dan nilai konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,39% (yoy) pada kuartal III tahun 2022.

Baca JugaGagal Ginjal Akut Misterius pada Anak, IDAI Sarankan Hindari Pemberian Sirop ParasetamolSeorang Perempuan Bercadar Terobos Istana, Din Syamsuddin: Berita Tentang Peristiwa Itu Stigmatisasi Terhadap Islam

Lebih lanjut, Susiwijono juga menjelaskan bahwa dampak positif dari Presidensi G-20 Indonesia turut dirasakan oleh dunia usaha utamanya pada bidang transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman. Pada bidang transportasi, pertumbuhan tercatat sebesar 25,8% (yoy) pada kuartal III tahun 2022, sedangkan pada sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh sekitar 17,8% (yoy) pada kuartal III tahun 2022. Perbaikan juga ditunjukkan pada sisi tenaga kerja yang terlihat dari tingkat pengangguran pada bulan Agustus 2022 sebesar 5,86% atau menurun jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2021 yang sebesar 6,49%.

“Sekian banyak events G-20 itu berdampaknya langsung dan nyata pada ekonomi kita, jadi kalau kita simpulkan hampir semua sektor utamanya transportasi, akomodasi, dan makanan minuman tumbuh luar biasa karena pengaruh event G-20 ini,” tutur Susiwijono. (*)

 

Kirim Komentar