SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Anak Buah Ferdy Sambo Cs Tonton Rekaman CCTV, Arif Rachman Kaget Chuck Putranto Bilang Yosua Masih Hidup saat Ferdy Sambo Masuk Rumah Dinas

Terdakwa Arif Rachman Arifin menjalani proses persidangan perkara Obstruction of Justice. (Foto: PMJ News/Fajar)

FERDY Sambo bergerak cepat meminta para anak buahnya mengecek CCTV di sekitar rumahnya usai pembunuhan Brigadir J atau Brigadir N Yosua Hutabarat demi melancarkan skenario tembak-menembak. Namun sepandai-pandainya tupai meloncat pasti akan terjatuh juga, pun cerita rekayasa yang disebar Sambo itu.

Hal inilah yang terungkap dalam surat dakwaan Brigjen Hendra Kurniawan yang didakwa merusak CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan Hendra bersama dengan lima orang lainnya, yaitu Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama, AKBP Arif Rachman Arifin, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKP Irfan Widyanto tapi mereka diadili dalam berkas terpisah.

Diketahui Yosua tewas pada Jumat, 8 Juli 2022, dengan sejumlah luka tembak. Ferdy Sambo, disebut jaksa, mengatakan kematian Yosua karena tembak-menembak dengan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu usai Yosua ketahuan melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi, yang adalah istri Ferdy Sambo.

Baca JugaGanti Henry Yosodiningrat, Teddy Minahasa Tunjuk Hotman Paris Hutapea Jadi PengacaranyaMotif Perselingkuhan, Rizky Billar Lakukan KDRT Terhadap Lesti Kejora

Lantas Ferdy Sambo memerintahkan Hendra mengumpulkan CCTV mana saja di sekitar rumahnya yang perlu diambil. Singkatnya, ada 3 DVR CCTV yang diganti yang lantas diserahkan ke Polres Jaksel oleh Chuck.

Namun pada Senin, 11 Juli 2022 pukul 10.00 WIB, Chuck mendapatkan omelan dari Ferdy Sambo karena menyerahkan DVR CCTV itu ke Polres Jaksel. Chuck lantas diminta mengambil lagi DVR CCTV itu lalu menyalin dan melihat isinya. Lantas Chuck menghubungi Baiquni Wibowo untuk menyalin dan melihat isi DVR CCTV Kompleks Duren Tiga.

Baca JugaUsai Dapat Sanksi Teguran Lisan, Ganjar Pranowo: Terima Kasih dari Pak Sekjen, Saya Kader yang TaatPDI Perjuangan Panggil Ganjar Pranowo Sore Ini

“Chuck Putranto menyampaikan ‘Beq tolong copy dan lihat isinya’ dan oleh Baiquni Wibowo, menjawab ‘Nggak apa-apa nih?’ dan dijawab oleh Chuck Putranto ‘Kemarin saya sudah dimarahi, saya takut dimarahi lagi’ selanjutnya Chuck Putranto menyerahkan kunci mobilnya kepada Baiquni Wibowo untuk mengambil DVR CCTV yang disimpan di mobilnya,” ujar jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (19/10/2022).

Usai menyalin DVR CCTV itu, Baiquni menemui Chuck di Kompleks Polri Duren Tiga selepas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara atau olah TKP. Chuck bersama Baiquni dan Arif serta Ridwan Rhekynellson Soplanit (saat itu sebagai Kasat Reskrim Polres Jaksel) melihat rekaman CCTV itu pada pukul 02.00 WIB atau dini hari pada Rabu, 13 Juli 2022.

“Chuck melaporkan dahulu kepada Arif Rachman Arifin di mana pada saat itu juga berada di TKP dengan mengatakan, ‘Bang kemarin bapak perintahkan untuk meng-copy dan melihat isinya. Abang mau lihat nggak?'” ucap jaksa.

Baca JugaHasil Investigasi TGIPF: Pensiunan Jenderal Tekan Kapolres Malang, Jadwal Arema vs Persebaya Main MalamTragedi Halloween di Itaewon 22 WNA dari 12 Negara Tewas

Di sinilah kemudian Chuck menyadari Yosua tampak di rekaman CCTV pada 17.07 WIB sampai 17.11 WIB. Hal ini disebutnya tidak sesuai dengan keterangan Mabes Polri yang disampaikan ke publik di mana sebenarnya keterangan itu adalah rekayasa dari Ferdy Sambo.

“Arif sangat kaget karena tidak menyangka bahwa apa yang sudah Arif dengar beberapa hari yang lalu informasi tentang kronologis kejadian tembak menembak yang disampaikan oleh Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi dan Karopenmas Divhumas Brigjen Ramadhan ternyata tidak sama dengan apa yang Arif lihat pada CCTV tersebut,” ucap jaksa.

Arif lalu menelepon dan menceritakan apa yang dilihatnya ke Hendra Kurniawan. Setelah itu, Hendra mengajak Arif menemui Ferdy Sambo. Mereka lantas menemui Sambo dan menceritakan hal ini, tetapi Sambo mengancam para anak buahnya untuk tidak membocorkan hal ini serta memusnahkan rekaman CCTV itu. (*)

Kirim Komentar