SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Akun Twitter Polsek Srandakan Cuit Tak Pantas Soal Tragedi Kanjuruan, Diduga Diretas

01gecv7hghr5dwmscs1vgk7tnc
Tangkapan layar akun @polseksrandakan berkomentar tak pantas atau nirempati tentang tragedi di Kanjuruhan. Foto: Dok. Istimewa

KOMENTAR tak pantas atau nirempati dari akun Twitter Polsek Srandakan, Kabupaten Bantul, terkait tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, viral di media sosial.

Akun @polseksrandakan sempat mencuit kata “modyarrr” saat membalas cuitan Koordinator organisasi Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, tentang tembakan gas air mata yang diduga menjadi pemicu tragedi di stadion tersebut.

Terkait hal ini, Kapolsek Srandakan Kompol Sudarsono membenarkan bahwa akun itu merupakan akun Polsek Srandakan. Dia kaget begitu tahu ada cuitan tak pantas seperti itu.

Baca JugaSurat Dakwaan Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana Ferdy Sambo Ungkap Brigadir J Temui Putri Candrawathi di Kamar 15 Menit Atas Perintah RRAnies Baswedan Ungkap Saringan Sampah Sungai Ciliwung Mampu Cegat 20 Ton Per hari yang Penuhi Pintu Air Manggarai dan Karet

“Saya juga baru tahu [setelah] mendapatkan laporan dari anggota, kalau di medsos dari akun Polsek Srandakan memberikan pernyataan yang tidak pas begitu. Saya juga kaget,” kata Sudarsono dihubungi awak media, Minggu (2/10).

Setelah itu, Sudarsono langsung melacak pemegang admin akun Twitter Polsek Srandakan yang bertugas di bagian humas Polsek.

Baca JugaJasad Ade Yunia Rizabani, Tim Forensik RS Polri Kramat Jati: Ada Kekerasan Benda Tumpul di Leher, Muka dan MulutBakal Presiden yang Diusung Nasdem, Anies Baswedan: Kita Harus Bekerja Bersama dengan Partai Pengusung

Saat ditanya, anggota tersebut menjelaskan bahwa dia tidak merasa menuliskan komentar tersebut. Diduga akun tersebut dibajak karena lama tidak diperbarui kata sandinya.

“Anggota saya merasa tidak memberikan komentar di Twitter itu. Nah kemudian, pernyataan dari anggota saya bahwa kemungkinan bahwa akun polsek itu dibajak oleh pihak lain. Karena sudah lama tidak diperbarui [password],” jelasnya.

Sudarsono menjelaskan bahwa saat ini anggota tersebut diperiksa di Propam Polres Bantul. Hal itu untuk menguji pernyataan yang disampaikan anggota tersebut.

Baca JugaWhatsApp Ngadat Cukup Lama, Meta Angkat SuaraMasalah Berat Perang Rusia-Ukraina Tidak Terpecahkan di KTT G20 Bali

“Tapi untuk menguji kebenaran yang disampaikan anggota saya ini sekarang anggota saya diperiksa di Propam Polres Bantul,” pungkasnya. (*)

Kirim Komentar

Ketika Sains Melihat Hantu Kenapa Indonesia Tak Dijadikan Negara Islam Saja? Terungkap Alasan Hepatitis Akut Disebut Misterius