SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

AKBP Ari Cahya Tanya Bharada E di Rumah Ferdy Sambo: Kamu Tembak Yosua?

AKBP Ari Cahya alias Acay (pertama dari kanan/pegang mik)

AKBP Ari Cahya alias Acay mengaku sempat bicara dengan Bharada Eliezer di rumah dinas Ferdy Sambo usai Brigadir Yosua Hutabarat tewas. Dia bertanya apakah Eliezer yang menembak Yosua atau bukan.

Acay awalnya bercerita dirinya ditelepon Ferdy Sambo sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (8/7/2022) atau setelah Yosua tewas. Acay mengaku dirinya disuruh ke rumah Sambo tanpa disebut untuk apa.

Setiba di rumah dinas Sambo, kata Acay, dirinya melihat eks Kadiv Propam Polri itu sedang merokok di luar rumah. Acay menyebut wajah Sambo terlihat merah seperti orang sedang marah.

Baca JugaKuasa Hukum Beberkan Fakta Putri Candrawathi Alami Pelecehan Seksual, Berikut 4 BuktinyaPenyuap Hakim Agung, Yosep Parera: Mau Tidak Mau, Semua Masyarakat Pasti Mengeluarkan Dana untuk Mencapai Keadilan

Dia kemudian masuk ke rumah dinas Sambo lewat garasi dan melihat ada orang tergeletak yang belakangan diketahui adalah jenazah Yosua. Menurut Acay, ada anggota Provos di dalam rumah itu.

“Dengan posisi Pak FS mendekati jenazah Yosua, melihat sekilas sebentar si Ricky dan Richard itu seperti menghampiri Pak FS,” ucap Acay saat menjadi saksi kasus dugaan merintangi penyidikan pembunuhan Yosua dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto di PN Jaksel, Rabu (26/10/2022).

Baca JugaYanto Irianto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum dari UnissulaKepala BIN Irit Bicara Soal Pembahasan Rapat dengan Komisi I DPR, Legislator: Singgung Isu Kebocoran Data dan Bjorka

Dia kemudian bertanya ke Ricky tentang apa yang terjadi. Dia menyebut Ricky menunjuk Bharada Richard Eliezer saat ditanya ada apa.

“Saya tanya Ricky ‘Ada apa?’. (Dijawab) ‘Iya Ndan ada tembak-menembak dengan Yosua’ sambil dia menunjuk ke arah Richard yang ada di sebelah kanan saya. Saya tanya ‘Kamu (tembak) Yosua?’. (Dijawab Eliezer) ‘Siap, Ndan’. (Saya tanya lagi) ‘Kamu yang nembak?’. Dengan mimik yang tenang, dia mengatakan, ‘Siap, Ndan. Saya yang nembak’,” ujar Acay menirukan percakapan saat itu.

“Saya nggak tanya banyak, pada saat saya mau mengarah keluar ada beberapa atensi dari anggota Provos, saya keluar, saya ke garasi,” ucapnya.

Baca JugaTim Pengacara Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Sampaikan Surat Keberatan ke PN Jaksel, Tuding Brigadir J Punya Kepribadian GandaSampaikan Duka Cita Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Tawarkan Anak Korban Masuk Polisi

Dia mengaku melihat Sambo sedang menelepon di luar rumah. Namun, dia mengaku tak tahu siapa yang ditelepon Sambo. Dia menyebut ada ambulans yang datang setelah ke rumah Sambo.

Dalam kasus ini, AKP Irfan didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Acay Tim CCTV Km 50

Informasi soal Acay sebagai tim kasus Km 50 itu disampaikan jaksa dalam dakwaan. Jaksa saat itu menyebut Ferdy Sambo menelepon Hendra Kurniawan pada Sabtu 9 Juli lalu sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca JugaGanti Henry Yosodiningrat, Teddy Minahasa Tunjuk Hotman Paris Hutapea Jadi PengacaranyaAlami Gangguan Mesin Lion AIr JT-330 Tujuan Palembang Putar Balik ke Bandara Soetta Saat Berada di Ketinggian 3.000 Kaki

Ferdy Sambo disebut meminta pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua dilakukan di Biro Paminal agar tak gaduh. Ferdy pun memerintahkan Hendra untuk mengecek CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga, tempat pembunuhan Brigadir Yosua terjadi.

“Terdakwa Hendra Kurniawan ditelepon oleh saksi Ferdy Sambo dan mengatakan ‘Bro, untuk pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik selatan di tempat Bro aja ya, biar tidak gaduh karena ini menyangkut mbakmu masalah pelecehan dan tolong cek CCTV kompleks’,” kata jaksa saat membacakan surat dakwaan Brigjen Hendra dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (19/10).

Karena mendapat perintah dari Sambo, Hendra langsung buru-buru menelepon AKBP Ari Cahya Nugraha selaku Kanit 1 Subdit 3 Dittipidum Bareskrim Polri saat itu, untuk melakukan screening CCTV di Komplek Polri Duren Tiga. Ari Cahya atau akrab disapa Acay ini rupanya adalah tim CCTV Km 50.

Baca JugaAir Force One Mendarat di Bali, Joe Biden Disambut Tarian BaliSederet Fakta Rumah Wanda Hamidah yang Ditinggali Sejak Tahun 1960 Dieksekusi Pemprov DKI

“Lalu sekira pukul 08.00 WIB terdakwa Hendra Kurniawan, menghubungi saksi Ari Cahya Nugraha alias Acay yang merupakan tim CCTV pada saat kasus Km 50,” kata jaksa.

Ternyata, Ari Cahya saat itu tengah berada di Bali. Ari kemudian memerintahkan anak buahnya, Irfan Widyanto, untuk mengecek CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo itu. (*)

Kirim Komentar