SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ajudan Ferdy Sambo Sebut Draft BAP Sudah Berisi Pertanyaan Beserta Jawaban, Adzan Romer: Kami Disuruh Tanda Tangan

Ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer menjalani sidang di PN Jakarta Selatan. (Foto: PMJ News/Fajar)

AJUDAN Ferdy Sambo, Adzan Romer, mengungkap momen pemeriksaan awal oleh penyidik Polres Jaksel di kantor Divisi Propam Mabes Polri. Romer menyebut sudah ada draf berita acara pemeriksaan yang disiapkan penyidik berikut pertanyaan dan jawabannya.

Hal itu terungkap saat Romer menjadi saksi di sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022). Romer awalnya mengungkap penyidik Polres Jaksel saat itu sudah menyiapkan draf berita acara pemeriksaan saat dirinya diperiksa.

“Saat Saudara di BAP, BAP sama siapa?” tanya jaksa ke Romer, yang menjadi saksi sidang kasus pembunuhan Yosua dengan terdakwa Bharada Eliezer.

Baca JugaAdzan Romer Sebut Senjata Api yang Dijatuhkan Ferdy Sambo Bukan Glock 17, Melainkan Jenis HS135 Orang Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Polisi Resmi Tahan 6 Tersangka

“Polres Jakarta Selatan,” jawab Romer.

Romer mengaku saat itu diperiksa di kantor Divisi Propam Mabes Polri. Romer menyebut draf BAP itu sudah berisi pertanyaan beserta jawabannya.

“Isinya apa? Isi BAP yang sudah jadi?” tanya jaksa.

“Jadi seputar pertanyaan itu sudah ada,” jawab Romer.

“Sudah ada pertanyaan yang sudah ada jawaban? Begitu?” tanya jaksa.

“Kurang lebih seperti itu, Pak,” jawab Romer.

Dalam draf itu, kata Romer, sudah tertulis bahwa dirinya tidak mendengar suara tembakan. Romer mengaku belum ditanya sama sekali saat itu.

Baca JugaArema FC Sampaikan Duka dan Bertanggung Jawab Atas Musibah di KanjuruhanKamaruddin Simanjuntak: Ada Pertengkaran Antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sehari Sebelum Yosua Meninggal

“Jawabannya apa di situ?” tanya jaksa.

“Jadi kayak kami tidak mendengar suara tembakan,” jawab Romer.

Romer juga mengaku diperintah untuk menandatangani draf BAP tersebut. Romer menyanggupinya.

“Siap. Kami disuruh tanda tangan,” ujar Romer.

Jaksa lalu bertanya BAP yang diperiksa di Divisi Propam itu apakah sama dengan BAP yang dipegang jaksa saat ini. Romer menyebut BAP itu berbeda.

“Apakah keterangan BAP anda yang Anda katakan di pemeriksaan pada saat di Divisi Propam itu sama dengan BAP yang Anda katakan sekarang?” tanya jaksa.

Baca JugaJanji Bharada E ke Ortu Brigadir J: Saya akan Berkata Jujur, Bela Abang Saya, Bang Yos untuk Terakhir KalinyaSidang Perdana Brigjen Hendra Kurniawan, Begini Awal Mula Mantan Karo Paminal Polri Ini Dengar Skenario Ferdy Sambo

“Siap, beda,” jawab Romer.

Romer menyebut BAP yang benar adalah yang menyatakan dirinya mendengar suara tembakan di rumah dinas Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, yang menjadi TKP penembakan Brigadir Yosua pada Jumat (8/7). Dia juga menyebut di draf BAP penyidik Polres Jaksel itu tertulis Romer tidak mendengar suara tembakan dan mengatakan juga Ferdy Sambo datang menjemput Putri.

“BAP ini ada perbedaannya?” tanya jaksa.

“Bedanya kami dengar suara tembakan,” jawab Romer.

“Apalagi yang waktu itu diskenariokan di BAP itu?” tanya jaksa.

“Kami yang di BAP sebelumnya cuma tidak dengar suara tembakan. Setelah itu bapak datang, bapak jemput ibu terus udah,” kata Romer.

Sebelumnya, Bharada E didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Baca JugaRevolusi Baru Anies BaswedanHasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Berikut Kesimpulan Komnas HAM

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Dalam perkara ini, Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

 

Kirim Komentar