SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

AHY Sindir Era Presiden Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Tidak Boleh Gunakan Dana Utang Terlalu Besar

3056712131
Ketua Umum Partai Demokrat, AHY saat memberikan arahan pada Rapimnas, Kamis (15/9/2022) di JCC Jakarta. (Istimewa)

KETUA Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini yang dinilai kurang memperhatikan pembangunan manusia. Menurut AHY, hal ini berbeda saat era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengutamakan pembangunan manusia.

“Saya akan menyampaikan pandangan Demokrat menyangkut visi, strategi dan kebijakan pembangunan ke depan. Berbeda dengan kebijakan pemerintahan saat ini, Demokrat justru mengutamakan pembangunan manusia,” ujar AHY saat menyampaikan pidato politik dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat, (16/9/2022).

“Tentu tanpa mengabaikan infrastruktur. Infrastruktur pun, seharusnya dibangun secara nasional, pusat dan daerah, serta mencakup semua sektor. Bukan hanya memprioritaskan jalan-jalan tol,” tutur dia menambahkan.

Baca JugaSidang Komisi Kode Etik Polri, Brigadir Frillyan Fitri Rosadi Dijatuhi Sanksi Demosi 2 Tahun Terkait Kasus Brigadir JBeredar Potret Kebersamaan Keluarga Ferdy Sambo dan Para Ajudannya, Brigadir J Jadi Sorotan Warganet

AHY mengatakan pembangunan infrastruktur tetap penting, namun harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara dan investasi swasta yang sehat. Dia mengingatkan, pembangunan infrastruktur tidak boleh menggunakan dana utang yang terlalu besar.

“Utang Indonesia 8 tahun terakhir ini meningkat tajam, jauh di atas keamanan fiskal kita. Utang Indonesia saat ini, sebesar Rp 7.163 triliun atau meningkat Rp 4.500 triliun. Ini merupakan risiko tersendiri, bagi perekonomian kita,” kata AHY.

Baca JugaBenarkah Susi, Sosok Asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo-Putri Candrawathi yang Heboh di Media Sosial?Kompolnas Sebut Tak Ada Perintah dari Kapolres Malang Bubarkan Massa Gunakan Gas Air Mata

Menurut AHY, utang yang besar bisa membebani pemerintah di masa mendatang dan juga berbahaya, jika perekonomian global dan nasional terguncang dalam krisis. Dia mengingatkan utang yang sangat besar bisa mengakibatkan debt crisis atau krisis utang yang pada gilirannya bisa memicu krisis ekonomi secara nasional.

“Izinkan saya, kembali menggarisbawahi pentingnya pembangunan manusia ke depan, di samping pembangunan infrastruktur. Pembangunan SDM, memang membutuhkan waktu yang panjang. It is a never ending journey. Tetapi pembangunan SDM, akan memberi manfaat yang jauh lebih besar, bagi negeri ini,” ungkapnya.

“Bila kualitas SDM meningkat, maka produktivitas bangsa akan meningkat. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan meningkatkan pendapatan negara, maupun pendapatan per kapita. Juga, menciptakan lapangan pekerjaan yang luas. Artinya, negaranya makin maju, rakyatnya makin sejahtera,” sambung AHY.

Baca JugaPenemuan Mayat PNS Perempuan di Tempat Parkir DPRD Riau, Berikut Fakta-faktanyaLegislator Sebut Isu Ketidakharmonisan Jenderal Andika dan Dudung Sudah Jadi Rahasia Umum

AHY pun mengajak bangsa Indonesia belajar dari perjalanan bangsa lain. Dia mencontohkan Jepang khususnya Kota Hiroshima dan Nagasaki yang luluh lantak akibat bom atom pada Agustus 1945 dan menewaskan 220.000 orang. Namun, kata AHY, bom atom itu tidak mampu menghancurkan jiwa, dan pikiran bangsa Jepang sehingga Jepang bisa sukses membangun kembali negaranya.

“Begitu pula Korea Selatan. Mereka berhasil melakukan transformasi ekonomi. Dari salah satu negara termiskin di dunia, menjadi negara maju. Ditopang oleh pembangunan SDM, dan inovasi yang agresif. Kini, Korea Selatan begitu mendunia, baik produk-produknya, teknologinya, juga budayanya. Bangsa Tiongkok juga menggeliat, dan terus tumbuh. Mereka membangun kekuatan industri dan ekspornya. Now, Everything is made in China,” terang AHY.

Menurut AHY, perjalanan bangsa Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok bisa menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia, yakni kunci sukses majunya suatu negara adalah penyiapan dan pendayagunaan secara maksimal human capital yang dimilikinya. AHY menyebutnya orkestrasi sumber daya manusia bangsa.

Baca JugaAset Indra Kenz Dirampas Negara, Korban Tidak Terima Putusan HakimKesaksian Warga Suara Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo Terdengar hingga Radius 2 Km

“Pembangunan SDM memang seharusnya lebih diutamakan, dibandingkan pembangunan yang sifatnya serba benda. Seperti yang tercantum dalam bait lagu kebangsaan Indonesia Raya, pertama, bangunlah jiwanya, baru bangunlah badannya,” kata AHY. (*)

Kirim Komentar