SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ada Cahaya Terbesar di Laut Selatan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Belum Terjawab Secara Sains

fenomena laut bercahaya 169
Foto satelit berhasil menangkap fenomena langka laut bercahaya di malam hari di selatan Jawa, berikut penjelasan secara sains. (engr.source.colostate.edu)

PARA peneliti di Amerika Serikat mengungkap fenomena langka laut yang bercahaya dalam gelap (milky sea), di laut selatan Jawa alias Samudera Hindia masih menyisakan misteri secara sains.

Hal ini tertangkap kamera satelit yang merekam fenomena unik itu di laut selatan Jawa dengan bagian cahaya terbesar ada di selatan Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Institut Kerja Sama Penelitian Atmosfer (CIRA) Universitas Negeri Colorado (CSU), Amerika Serikat itu, fenomena laut bercahaya itu bisa bertahan hingga beberapa malam dan membentang hingga seluas 100 ribu kilometer.

Baca JugaAjudan Ferdy Sambo Ungkap 3 Senjata Api yang Selalu Jadi Pegangan Ferdy SamboKemenperin: Kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol dalam Obat Sirop Disinyalir Penyebab Gagal Ginjal Akut

Peristiwa sangat langka

Hal tersebut merupakan fenomena malam langka di mana permukaan laut memancarkan cahaya terang yang stabil yang dapat mencakup ribuan kilometer persegi.

Menurut laporan, hanya sekitar dua atau tiga milky seas yang terjadi per tahun di seluruh dunia. Dalam 200 kali penampakan yang terjadi selama abad ke-19, peneliti baru satu kali melakukan riset melewati permukaan air laut yang mengalami fenomena itu yakni pada 1985.

Baca JugaSemeru Alami Erupsi Berpotensi Awan Panas dan Aliran Lahar hingga Jarak 17 km dari PuncakTerungkap Fakta Baru Kematian 4 Orang Sekeluarga di Kalideres

Karena merupakan peristiwa yang sangat sulit ditemui, milky seas menjadi bagian terkenal dari cerita rakyat yang hidup di maritim. Tetapi karena sifatnya yang terpencil dan sulit dipahami, mereka sangat sulit untuk dipelajari dan lebih menjadi bagian dari cerita rakyat itu daripada sains.

Namun kini para ilmuwan mulai memburu lokasi terjadinya laut bercahaya (bioluminesensi laut) yang kuat dan berskala besar lewat satelit. Hal ini bisa dilakukan lewat bantuan satelit yang mengorbit setinggi lima ratus mil dan dapat mengamati lapisan mikroorganisme bersinar di laut.

Penyebab laut bercahaya

Dikutip The Conversation, jejak penemuan Dr. Miller dimulai hampir dua dekade lalu ketika obrolan makan siang menimbulkan pertanyaan apakah bioluminesensi laut mungkin terlihat dari luar angkasa.

Baca JugaPenggugat Ijazah Jokowi, Bambang Tri Mulyono Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian dan Penistaan AgamaFerdy Sambo Bantah Terlibah Konsorsium 303, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J

Saat bekerja di Laboratorium Penelitian Angkatan Laut AS di Monterey, California, pada tahun 2004, ia mulai menggunakan citra satelit yang biasanya digunakan untuk mendeteksi cuaca.

Tak lama kemudian, dia menemukan bahwa di barat laut Samudera Hindia ada tumbukan bercahaya yang berukuran hampir seluas wilayah Connecticut, Amerika Serikat.

Dr. Nealson, yang tidak terlibat dalam penelitian satelit dan tim melaporkan pada 1970 bahwa suspensi encer dari jenis bakteri tertentu disebut tidak memancarkan sinar. Namun jika dibiarkan berkembang biak, mikroba dapat tiba-tiba menyala seperti lampu.

Baca JugaPolisi Spanyol Dalami 6 Bom Surat, Diduga Dikirim dari Valladolid Utara SpanyolPolisi Pastikan Ade Yunia Rizabani Bukan Korban Mutilasi

Para peneliti menyatakan bahwa fenomena aneh seperti laut bercahaya disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri yang bisa memancarkan cahaya atau ganggang laut di permukaan air.

Sedangkan dari pengamatan citra satelit, fenomena itu bisa ditangkap menggunakan sensor Indera Siang-Malam. Sensor satelit itu bisa mendeteksi cahaya di permukaan air laut yang terjadi di samping cahaya dari wilayah daratan.

“Sensor Indera Siang-Malam satelit tidak berhenti memukau dengan kemampuannya mengungkapkan cahaya di kegelapan malam. Layaknya Kapten Ahab di novel Moby-Dick, memburu fenomena permukaan laut bercahaya sudah menjadi perhatian saya selama bertahun-tahun,” kata calon Direktur CIRA, Steve Miller.

Baca JugaUsai Jokowi, Kini Gibran Rakabuming Raka Dituding Beli Ijazah di Luar Negeri: Engko tak Posting Foto Wisuda Wae YaBerikut Penjelasan Kerabat Korban 1 Keluarga 4 Orang Tewas di Perumahan Citra Garden Satu Extension

Laut bercahaya masih misteri

Miller menyatakan dia dan tim peneliti menemukan 12 fenomena itu muncul dan menghilang antara 2012 sampai 2021. Selain itu, fenomena tersebut hanya bisa disaksikan pada malam hari dan mengikuti pergerakan air dan arus laut.

“Fenomena air laut bercahaya adalah kejadian alam yang belum bisa kami jelaskan,” ujar Miller.

Milky seas, kata Miller, merupakan bagian terkenal dari cerita rakyat maritim. Tetapi karena sifatnya yang terpencil dan sulit dipahami, mereka sangat sulit untuk dipelajari dan lebih menjadi bagian dari cerita rakyat itu daripada sains.

Baca JugaTangan dan Kaki Ade Yunia Rizabani Terikat, Dipaksa Christian Rudolf Tobing Transfer UangDilaporkan 3.000 Laporan Orang Hilang, Polisi Korea Selatan Dalami Penyebab Tragedi Halloween di Itaewon

Dilansir dari Space, sampai saat ini, hanya satu kapal penelitian yang pernah menemukan milky seas. Kru mengumpulkan sampel dan menentukan strain bakteri bercahaya yang disebut Vibrio harveyi yang menjajah alga di permukaan air.

Tidak seperti bioluminesensi yang terjadi di dekat pantai, di mana organisme kecil yang disebut dinoflagellata berkedip cemerlang ketika terganggu, bakteri bercahaya bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Begitu populasi mereka menjadi cukup besar, sekitar 100 juta sel individu per mililiter air, mereka semua mulai bersinar dengan mantap.

Namun ahli biologi belum tahu persis tentang bakteri ini, apa yang menyebabkan tampilan masif ini tetap menjadi misteri. Karena jika bakteri yang tumbuh di alga adalah penyebab utama milky seas, maka seharusnya mereka akan terjadi di semua tempat dan dalam waktu yang lama. (*)

Baca JugaTak Perlu Panik, Begini Cara Mengatasi WhatsApp ErrorKetua Badan Pemenangan DPP RGP2024, Riswan: Saya Anggota KAHMI, Saya Optimis Ganjar Pranowo Menang di Pilpres 2024

 

Kirim Komentar