SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

20 Polisi Diduga Langgar Etik Terkait Proses Pengamanan di Stadion Kanjuruhan

WhatsApp Image 2022 10 06 at 10.24.41 PM 1536x864 1
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat menggelar konferensi pers di Polresta Malang Kota dampingi beberapa jendral, diantaranya Kabareskrim Komjen Agus Andrianto serta Irjen Slamet Uliandi atau Kapten Jack serta Komandan Korps Brigade Mobil (Dankor Brimob) Komjen Anang Revandoko (ft.cholil)

MABES Polri menyatakan sejauh ini ada 20 anggotanya yang diduga melakukan pelanggaran etik terkait proses pengamanan yang berujung Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Salah satunya adalah AKBP Ferli Hidayat yang telah dicopot Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolres Malang terkait proses pengamanan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam lalu.

Diketahui, 20 personel itu ditetapkan sebagai terduga pelanggar setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri.

Baca JugaTandingan Dewan Kolonel, Relawan Ganjar Pranowo Bentuk Dewan KopralPeretasan Akun Digital Redaksi Narasi TV Disebut Ada Pengancaman Berisi ‘Diam atau Mati’

“Ya betul (salah satunya mantan Kapolres Malang),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jumat (7/10).

Selain Ferli, di lingkungan Polres Malang yang menjadi terduga pelanggar etik itu ada enam lagi yakni WS, BS, BSA, SA, dan WA. Kemudian 14 lainnya adalah personel di lingkungan Satbrimob Polda Jawa Timur yaitu AW, DY, HD, US, BP, AT, CA, SP, MI, MC, YF, TF, MW, dan WAL.

Baca JugaPolda Metro Pastikan Pria Terlibat Cekcok dengan Ketua RT di Pinggir Jalan Gegara Parkir Mobil, Bukan PolisiPengacara Brigadir J: Pihak Keluarga Menerima Permintaan Maaf dari Bharada E, Jangan Jangan Kayak Ferdy Sambo Berkelit Terus

Dari 20 personel itu, tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka pidana dan dijerat Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP.

Dedi menyebut untuk 17 personel lain nantinya akan segera diproses terkait dugaan pelanggaran kode etik yang mereka lakukan saat proses pengamanan.

“Ya betul (sisanya diproses secara etik),” ucap Dedi.

Sebagai informasi, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10) usai laga antara Arema FC vs Persebaya. Tragedi ini menyebabkan 131 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Baca JugaAda Kereta Melintas dari Korea Utara ke Rusia, 2 Hari Usai AS Informasikan Adanya Indikasi Pyongyang Suplai Senjata ke Perang UkrainaTerungkap Penyebab Bharada Sadam Disanksi Demosi Selama 1 Tahun di Kasus Ferdy Sambo

Dari hasil penyidikan penyidikan, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain Direktur Utama PT LIB Ahmad Hadian Lukita. Dia menjadi tersangka lantaran menunjuk Stadion Kanjuruhan sebagai lokasi pertandingan, padahal belum memenuhi syarat layak fungsi berdasarkan hasil verifikasi tahun 2020. Ia dikenakan jerjatan Pasal 359, 360 KUHP.

Lalu, Ketua Panpel laga Arema FC Abdul Haris ditetapkan tersangka lantaran tidak membuat dokumen keselamatan. Dia juga mengabaikan permintaan pihak keamanan. Dia pun menjual tiket lebih dari kapasitas stadion, yakni 42 ribu padahal kapasitas 38 ribu. Dia dikenakan pasal Pasal 359 360 pasal 103 jo pasal 52 no 11 tahun 2022.

Kemudian Suko Sutrisno selaku security steward. Dia jadi tersangka karena memerintahkan steward meninggalkan pintu gerbang. Padahal steward harus menjaga pintu. Akibatnya, pintu jadi tidak terbuka optimal saat massa ingin keluar.

Baca JugaPolri Periksa 20 Orang Saksi, Kasus Kanjuruhan Naik ke PenyidikanSempat Tegang Massa Jebol Kawat Berduri hingga Bakar Petasan, Massa Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Bubarkan Diri

Lalu Kompol Wahyu Setyo Pranoto selaku Kabag Ops Polres Malang. Dia jadi tersangka karena tahu ada aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas air mata. Akan tetapi yang bersangkutan tidak mencegah atau melarang personel memakai gas air mata. Dikenakan Pasal 359 dan atau 360 KUHP.

Tersangka selanjutnya yakni AKP Hasdarman selaku Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur. Dia yang memerintahkan personel lainnya menembakkan gas air mata. Dikenakan Pasal 359 dan atau 360 KUHP.

Tersangka berikutnya AKP Bambang Sidik Achmadi selaku Kasat Samapta Polres Malang. Dia memerintahkan personel menembakkan gas air mata. Dikenakan Pasal 359 dan atau 360 KUHP. (*)

Kirim Komentar